Ujian Mid Kimia Bahan Alam
1.
Jelaskan manajemen baku
lab yang ideal!
Manajemen laboratorium berarti objek yang akan dimanajemen
adalah laboratorium tersebut yang secara rinci terdiri dari alat-alat dan
bahan-bahan kimia, sarana / prasarana lab, dan proses pelaksanaan praktikum. Pengelolaan
laboratorium akan berjalan dengan baik dan efektif bilamana dalam struktur
organisasi laboratorium didukung oleh Board Of Management yang brfungsi
sebagai peranan pengaruh dan penasehat. Board Of Management terdiri atas
para senior yang mempunyai kompetensi dengan kegiatan laboratorium yang
bersangkutan.
Ada beberapa perangkat pengelolaan laboratorium yang standar untuk dilaksakan guna mengoptimalkan peranan laboratorium dalam pembelajaran yaitu :
Ada beberapa perangkat pengelolaan laboratorium yang standar untuk dilaksakan guna mengoptimalkan peranan laboratorium dalam pembelajaran yaitu :
1.
Tata ruang laboratorium
2.
Alat yang baik dan terkalibrasi
3.
Infrastruktur laboratorium
4.
Administrasi laboratorium
5.
Organisasi laboratorium
6.
Fasilitas pendanaan (Sumber Dana)
7.
Investasi dan keamanan laboratorium
8.
Pengamanan laboratorium
9.
Disiplin dan keterampilan laboran
10.
Keterampilan sumber daya manusia
11.
Peraturan dasar di laboratorium
Semua perangkat-perangkat tersebut diatas, jika dikelola secara optimal akan mendukung terwujudnya penerapan manajemen laboratorium yang baik. Dengan demikimian manajemen laboratorium dapat dipahami sebagai suatu tindakan pengelolaan yang kompleks dan terarah.
1. Tata Ruang Laboratorium
Semua perangkat-perangkat tersebut diatas, jika dikelola secara optimal akan mendukung terwujudnya penerapan manajemen laboratorium yang baik. Dengan demikimian manajemen laboratorium dapat dipahami sebagai suatu tindakan pengelolaan yang kompleks dan terarah.
1. Tata Ruang Laboratorium
Menurut
Wirjosoemarto (dalam Baim, 2011) Fasilitas laboratorium adalah :
“Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memudahkan pemakaian laboratorium dalam aktivitasnya. Fasilitas tersebut ada yang berupa fasilitas umum dan khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua pemakai laboratorium seperti penerangan, ventilasi, air, bak cuci (sinks), aliran listrik dan gas. Fasilitas khusus berupa peralatan dan meja belajar, seperti meja siswa/mahasiswa, meja guru/dosen, kursi, papan tulis, lemari alat, lemari bahan, ruang timbang, lemari asam, pelengkapan P3K, pemadam kebakaran dan lain-lain”
Pemakaian laboratorium hendaknya memahami tata letak atau layout bangunan laboratorium. Pembangunan suatu laboratorium tidak dipercayakan begitu saja kepada seorang arsitektur bangunan. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum membangun laboratorium. Faktor – faktor tersebut diantaranya adalah lokasi bangunan laboratorium dan ukuran ruang. Persyaratan lokasi bangunan laboratorium tidak terletak pada arah angin yang menuju bangunan lain atau permukiman. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar untuk menghindari penyebaran gas-gas berbahaya. Bangunan laboratorium juga harus dekat dengan sumber air, dan tidak terlalu dekat dengan bangunan yang lain. Lokasi laboratorium harus mudah dijangkau untuk pengontrolan dan memudahkan penindak lanjutan misalnya terjadi kebakaran. Selain persyaratan lokasi perlu dikerhatikan juga tata letak, ruang sebaiknya di tata sedemikian rupa (baik). Tata ruang yang sempurna harus dimulai sejak perencanaan gedung sampau pada plaksanaan pembangunan. Sebuah laboratorium yang baik memiliki tata ruang dengan komponen sebagai berikut :
“Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memudahkan pemakaian laboratorium dalam aktivitasnya. Fasilitas tersebut ada yang berupa fasilitas umum dan khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua pemakai laboratorium seperti penerangan, ventilasi, air, bak cuci (sinks), aliran listrik dan gas. Fasilitas khusus berupa peralatan dan meja belajar, seperti meja siswa/mahasiswa, meja guru/dosen, kursi, papan tulis, lemari alat, lemari bahan, ruang timbang, lemari asam, pelengkapan P3K, pemadam kebakaran dan lain-lain”
Pemakaian laboratorium hendaknya memahami tata letak atau layout bangunan laboratorium. Pembangunan suatu laboratorium tidak dipercayakan begitu saja kepada seorang arsitektur bangunan. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum membangun laboratorium. Faktor – faktor tersebut diantaranya adalah lokasi bangunan laboratorium dan ukuran ruang. Persyaratan lokasi bangunan laboratorium tidak terletak pada arah angin yang menuju bangunan lain atau permukiman. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar untuk menghindari penyebaran gas-gas berbahaya. Bangunan laboratorium juga harus dekat dengan sumber air, dan tidak terlalu dekat dengan bangunan yang lain. Lokasi laboratorium harus mudah dijangkau untuk pengontrolan dan memudahkan penindak lanjutan misalnya terjadi kebakaran. Selain persyaratan lokasi perlu dikerhatikan juga tata letak, ruang sebaiknya di tata sedemikian rupa (baik). Tata ruang yang sempurna harus dimulai sejak perencanaan gedung sampau pada plaksanaan pembangunan. Sebuah laboratorium yang baik memiliki tata ruang dengan komponen sebagai berikut :
a.
Pintu masuk (in)
b.
Pintu keuar (out)
c.
Pintu darurat (emergency-exit)
d.
Ruang persiapan (preparation- room)
e.
Ruang peralatan (equipment – room)
f.
Ruang penangas (fume – room)
g.
Ruang penyimpanan (strorage – room)
h.
Ruang istirahat/ ibadah
i.
Ruang Staf (Staff-room)
j.
Ruang Teknisi (technician-room)
k.
Ruang prasarana kebersihan
l.
Ruang toilet
m.
Lemari praktikan (locker)
n.
Lemari gelas (glass-rack)
o.
Lemari alat-alat optic (optical-rack)
p.
Pintu jendela diberi kawat kasa, agar serangga dan burung tidak dapat masuk
q.
Fan (untuk dehumidifier)
r.
Ruang ber-AC untuk alat-alat yang memerlukan persyaratan tertentu
2. Alat yang
berfungsi dengan baik dan terkalibrasi
Pengenalan
terhadap laboratorium merupakan kewajiban bagi setiap petugas laboratorium,
terutama yang akan mengoprasikan peralatan tersebut. Setiap alat yang akan
dioprasikan harus dalam kondisi yang baik yaitu dengan syarat :
a.
Siap untuk dipakai (ready for use)
b.
Bersih
c.
Berfungsi dengan baik
d.
Terkalibrasi
Ada
beberapa peralatan yang harus disertai dengan petunjuk penggunaan
(manual-operation), hal ini diperlukan untuk menghindari terjadinya
kerusakan. Dalam buku manual terdapat juga petunjuk untuk perbaikan
selanjutnya. Teknisi laboratorium yang ada harus senantiasa berada di tempat,
karena setiap kali peralatan dioperasikan akan ada kemungkinan alat tidak
berfungsi dengan baik. Beberapa peralatan yang dimiliki harus disusun secara
teratur pada tempat tertentu, berupa rak meja yang disediakan. Peralatan
digunakan untuk melakukan suatu kegiatan pendidikan, penelitian,
pelayanan masyarakat atau studi tertentu. Karenanya alat-alat ini harus selalu
siap pakai, agar sewaktu-waktu dapat digunakan.
Peralatan
laboratoium hendaknya dikelompokkan berdasarkan penggunaanya. Setelah selesai
digunakan, harus segera dibersihkan kembali dan di susun semula. Semua
alat-alat ini sebaiknya diberikan penutup (cover), seperti plastik transparan,
terutama bagi alat-alat yang memang memerlukannya. Alat-alat yang tidak ada
penutupnya akan cepat berdebu, kotor dan akhirnya dapat merusak alat tersebut.
Untuk
memudahkan dalam penyimpanan dan pengambilan kembali alat yang ada di
laboratorium, maka sebaikknya dibuat daftar inventaris yang lengkap dengan kode
dan jumlah masing-masing. Alat yang sudah rusak atau pecah ditempatkan pada
satu lemari tertentu, dan dituliskan dalam buku kasus dan buku inventaris
laboratorium. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyimpan alat
laboratorium yaitu :
a.
Bahan dasar pembuatan alat
b.
Bobot alat
c.
Kepekaan alat terhadap lingkungan
d.
Pengaruh alat lain
e.
Kelengkapan alat dalam satu set
Dalam
menata dan penyimpanan alat laboratorium didasarkan pada :
a.
Keadaan laboratorium yang ditentukan oleh fasilitas, susunan laboratorium, dan
keadaan alat/ bahan
b.
Kepentingan pemakai ditentukan berdasarkan kemudahan mencari dan dicapai,
keamanan dalam menyimpan dan pengambilan.
Perlakukan
terhadap alat-alat di laboratorium yang akan digunakan hendaknya :
a.
Membawa alat sesuai dengan petunjuk penggunaan
b.
Menggunakan alat sesuai dengan petunjuk penggunaan
c.
Menjaga kebersihan alat
d.
Menyimpan alat
3. Infrastrutur
Laboratorium
Infrastruktur
dalam laboratorium meliputi srana dan prasara yang mendukung terhadap
kelengkapan dan kenyaman penggunaan laboratorium. Sarana dan prasarana ini
terdiri dari sarana utama dan sarana pendukung.
A.
Sarana utama
Sarana
utama mencakup lokasi laboratorium, konstruksi bangunan laboratorium dan sarana
lain seperti pintu utama, pintu darurat, jenis meja praktikum/peralatan, jenis
atap, jenis dinding, jenis lantai, jenis pintu, jenis lampu, jenis pembuangan
limbah, jenis ventilasi, jenis AC, jenis tempat penyimpanan, jenis lemari bahan
kimia, jenis alat optik, jenis timbangan, dan instrument lain, kondisi
laboratorium dan lainnya.
B.
Sarana pendukung
Mencakup
terhadap ketersediaan energi listrik, gas, air, lemari asam, kipas angin
(blower), papan tulis, kotak obat-obatan, peralatan P3K, alat komunikasi, dan
pendukung keselamatan kerja seperti pemadam kebakaran, hidran dan sebagainya.
4. Administrasi
Laboratorium
Pengadministrasian
merupakan suatu proses pendokumenan seluruh sarana dan prasarana serta
aktivitas laboratorium. Dalam kaitannya dengan pengadaan alat dan bahan.
Pengadministrasian sarana dan prasarana laboratorium bertujuan untuk mencegah
kehilangan/ penyalahgunaan, memudahkan oprasional dan pemeliharaan, mencegah
duplikasi/ overlapping permintaan alat dan memudahkan pengecekan.
Setiap
laboratorium memiliki jenis dan karakteristik yang berbeda-beda, namun
dilihat dari pola pengadministrasian memiliki pola dan aspek yang serupa.
Sebagai contoh pola pengadministrasian adalah :
a.
Data ruangan Laboratorium
b.
Kartu Barang
c.
Daftar Barang
d.
Daftar pengeluaran/penerimaan barang
e.
Daftar usulan penerimaan barang
f.
Kartu alat
g.
Daftar alat
h.
Kartu Zat
i.
Daftar zat
j. Dafatar pengeluaran/
penerimaan zat
k.
Daftar usulan/ permintaan zat
Dalam
pengadministrasian ruangan laboratorium, setiap laboratorium harus memiliki
denah yang menggambarkan keadaan macam ruangan yang ada, jaringan
listrik, jaringan air dan jaringan gas. Ruangan – ruangan tersebut harus
tercatat namanya, ukurannya, dan kapasitasnya, dan data ini tercantum dalam
data ruangan laboratorium. Untuk mengadministrasikan fasilitas umum
adalah barang – barang yang merupakan perlengkapan laboratorium. Barang-barang
ini di data dalam kartu barang dan daftar barang, untuk memudahkan pendataan
baiknya diurutkan berdasarkna abjad.
Pengadministrasian alat dan zat bertujuan untuk memudahkan pengelompokan jenis alat dan zat seperti alat gelas, alat listrik, alat logam, instrumnet, dan data dari alat alat ini dicantumkan dalam kartu alat, daftar alat, dan demikian untuk zat. Selain pengadministrasian alat dan bahan/ zat sistem evaluasi dan pelaporan juga diperlukan yang bertujuan untuk kelancaran administrasi yang baik, seyogianya laboratorium membeikan pelaporan kepada atasannya. Evaluasi dan pelaporan kegiatan masing-masing laboratorium dapat dilakukan bersama dengan pimpinan setiap semester atau tiap tahunyna, tergantung pada kesiapan yang ada agar semua kegiatan laboratorium dapat dipantau dan sekaligus dapat digunakan untuk perencanaan laboratorium (seperti penambahan alat-alat baru, rencana pembiayaan/ dana laboratorium yang diperluka, perbaikan sarana dan prasarana yang ada)
Pengadministrasian alat dan zat bertujuan untuk memudahkan pengelompokan jenis alat dan zat seperti alat gelas, alat listrik, alat logam, instrumnet, dan data dari alat alat ini dicantumkan dalam kartu alat, daftar alat, dan demikian untuk zat. Selain pengadministrasian alat dan bahan/ zat sistem evaluasi dan pelaporan juga diperlukan yang bertujuan untuk kelancaran administrasi yang baik, seyogianya laboratorium membeikan pelaporan kepada atasannya. Evaluasi dan pelaporan kegiatan masing-masing laboratorium dapat dilakukan bersama dengan pimpinan setiap semester atau tiap tahunyna, tergantung pada kesiapan yang ada agar semua kegiatan laboratorium dapat dipantau dan sekaligus dapat digunakan untuk perencanaan laboratorium (seperti penambahan alat-alat baru, rencana pembiayaan/ dana laboratorium yang diperluka, perbaikan sarana dan prasarana yang ada)
5. Organisasi
Laboratorium
Organisasi
laboratorium meliputi struktur organisasi, deskripsi pekerjaan, serta susunan
personalia yang mengelola laboratorium tersebut. Tugas dan tanggung jawab
laboratorium selain mengkoordinir berbagai aspek laboratorium, juga mengatur
penjadwalan penggunaan laboratorium. Penjadwalan ini dikordinasikan dengan
bagian kurikulum dengan mempertimbangkan usulan-usuan guru.
Pada
laboratorium yang menggunakan peralatan yang rumut atau kompleks,
biasanya perlu diangkat seorang operator alat. Operator alat bertanggung jawab
terhadap alat yang dioperasikannya. Oleh karena itu operator harus selalu siap
jika sewaktu-waktu alat digunakan.
6. Fasilitas pendanaan (sumber dana)
6. Fasilitas pendanaan (sumber dana)
Dalam
melaksanakan kegiatan laboratorium untuk kesinambungan fungsional laboratorium
salah satu faktor utamanya adalah pendanaan atau anggaran yang memadai.
Anggaran disini bertujuan untuk melakukan penghematan. Untuk laboratorium sains
anggaran harus disiapkan dua atau tiga bulan sebelum tahun ajaran berjalan,
sehingga memiliki waktu yang cukup untuk mempertimbangkan pembatalan, dan
memeberikan keputusan terhadap pemesanan dan pengadaan alat dan bahan. Untuk
melakukan persiapan anggaran ada bebrapa langkah-langkakh yang harus dilakukan
yaitu :
1.
Cek semua persediaan alat/Zat
2.
Dengan bantuan guru senior dan asisten laboran, meminta informasi tentang :
a.
Barang yang habis
b.
Alat-alat yang rusak
c.
Alat/bahan yang rusak atau hilang
d.
Alat-alat baru yang dibutuhkan
3.
Mencari informasi proyeksi penerimaan siswa/ mahasiswa pada tahun ajaran yang
akan datang
4.
Pengecekan fasilitas laboratorium mencakup suplai air, listrik, gas, dan
lain-lain
5.
Mengecek harga – harga alat/bahan pada saat ini dan memprediksi harga-harga
tersebut pada tahun mendatang.
6.
Meminta informasi dari guru bidang studi untuk menyiapkan daftar alat dan bahan
yang dibutuhkan selama tahun ajaran bejalan.
7.
Mendiskusikan hal-hal yang penting dan kritisasi untuk penyelesaian kebutuhan
alat/bahan tersebut dengan melibatkan kepala sekolah dan guru senior. Dalam
membuat kebutuhan alat dan bahan hendaknya dibuat dlam bentuk format pemesanan
dengan mencantumpakn nama alat/bahan, spesifikasi yang jelas, jumlah dan
estimasi harga.
7. Disiplin dan
Keterampilan Laboran
Pengelolaan
laboratorium harus menerapkan disiplin yang tinggi pada seluruh pengguna
laboratorium (mahasiswa, asisten, laboran/teknisi) agar terwujud
efesiensi kerja yang tinggi. Kedisiplinan sangat dipengaruhi oleh oleh pola
kebiasaan dan perilaku dari manusia itu sendiri. Oleh sebab itu setiap pengguna
laboratorium harus menyadari tugas, wewenang dan fungsinya. Sesama pengguna
laboratorium harus ada kerjasama yang baik, sehingga setiap kesulitan, dapat
dipecahkan/ diselesaikan dengan baik. Selain kedisiplinan pengelola
laboratorium juga harus meningkatkan keterampilan semua tenaga laboran/teknisi.
Peningkatan keterampilan dapat diperoleh melalui pendidikan tambahan seperti
pendidikan keterampilan khusus, pelatihan (workshop) maupun magang di tempat
lain. Peningkatan keterampilan juga dapat dilakukan mealui bimbingan dari staf
dosen, baik di dalam laboratorium maupun antar laboratorium
8. Peraturan
Dasar di Laboratorium
Beberapa peraturan umum untuk menjamin kelancaran pekerjaan di laboratorium
sebagai berikut ini :
a.
Dilarang makan dan minum di laboratorium
b.
Dilarang merokok, karena mengandung bahaya seperti
-
kontaminasi melalui tangan
-
ada api/uap/gas yang bocor/mudah terbakar
-
uap/gas beracun akan terhisap melali pernapasan
c.
Dilarang meludah untuk mencegah terjadinya kontaminasi
d.
Jangan panik menghadapi bahaya kebakaran dan gempa
e.
Dilarang mencoba peralatan laboratorium tanpa diketahui cara
penggunaannya
f.
Diharuskan menulis label yang lengkap
g.
Dilarang mengisap/menyedot dengan menggunakan mulut
h.
Diharuskan menggunakan baju laboratorium, dan juga sarung tangan, terutama saat
menuangkan zat berbahaya.
i.
Semua peraturan itu harus ditujuakan untuk keselamatan kerja di laboratorium.
9. Penangan
Masalah umum dalam Laboratorium Kimia
a.
Mencampur zat-zat kimia
Jangan
mencampur bahan kimia tanpa mengetahui sifat reaksinya. Jika belum tau maka
tanyakan pada orang yang lebih kompeten.
b.
Zat-zat baru atau kurang diketahui
Demi
keamanan laboratorium, berkonsultasilah sebelum menggunakan zat-zat kimia yang
baru dan kurang diketahui. Semua zat-zat dapat menimbulkan risiko yang tidak
diketahui.
c.
Membuang bahan material yang berbahaya
Sebelum
membuang material yang berbahaya harus diketahui risiko yang mungkin terjadi.
Oleh karena itu perlu dipastikan bahwa ketika membuang zat kimia tidak akan
menimbulkan bahaya. Demikian halnya dengan buangan dari laboratorium, sebaiknya
memiliki bak penampungan khusus, jangan dibuang begitu saja karena membuang
mengandung bahaya yang menimbulkan pencemaran, air buangan harus di “treatment”
dengan cara menetralisis sebelum di buang ke lingkungan.
d.
Tumpahan
Tumpahan
asam diencerkan dulu dengan air dan dinetralkan dengan menggunakan CaCO3 atau
soda abu, dan basa dengan menggunakan asam encer, setelah itu dipel dan
dipastikan bahwa kain pel bebas dari asam atau alkali. Tumpahan minyak harus
ditaburi dengan menggunakan pasir, kemudian disapu dan dimasukkan dalam tong
sampah yang terbuat dari logam dan ditutup rapat.
e.
Tindakan pertama dalam pertolongan
Untuk
bentuk kecelakaan maka perlu diambil dindakan pertama perlu diambil pada waktu
memberiakn pertolongan pada sipenderita yaitu :
1.
Membewa sipenderita ke tempat yang tenang
2.
Apabila pendarahan terjadi pada sipenderita usahakan darah yang keluar
itu dihentikan dengan jalan mengangkat bagian tubuh yang luka, sehingga yang
luka berada dia atas jantung.
3.
Usahakan sipenderita terbaring seleluasa mungkin.
4.
Jangan memberikan makanan pada penderita yang pingsan.
5.
Segeralah minta pertolongan dokter.
2.
Buatlah rubrik penilaian
pratikum secara umum! Sebuah pratikum yang berhasil, rubriknya, Bagaimana?
Tentukan kategori pratikum yang berhasil dan tidak berdasarkan rubrik tersebut!
Sebuah pratikum dapat dikatakan berhasil apabila
hasil penilaian pratikum berada dalam penilaian 4(Sangat baik) dan 3(Baik).
Namun apabila penilaian berada dalam kategori 4(Kurang Baik) dan 1(Buruk) maka pratikum dapat dikatakan tidak
berhasil.
Persiapan
NO
|
INDIKATOR
PENILAIAN
|
IYA
|
TIDAK
|
KET
|
|||
4(Sangat Baik)
|
3(Baik)
|
2(Kurang Baik)
|
1(Buruk)
|
||||
1.
|
Praktikum mempersiapkan
alat dan bahan sebelum pratikum dilakasanakan
|
Alat dan bahan dipersiapkan dengan
baik dan lengkap ditempatkan pada meja persiapan
|
Alat dan bahan
dipersiapkan dengan baik dan lengkap namun tidak di tempatkan pada meja
persiapan
|
Alat dan bahan dipersiapkan dengan
baik namun tidak lengkap
|
Alat dan bahan dipersiapkan dengan
sembarangan dan tidak lengkap
|
Praktikum
tidak dilakukan sama sekali karena alat dan bahan tidak lengkap
|
|
2.
|
Memahami teori dan prosedur dengan menjawab pre-test
yang diberikan oleh asisten dosen dan jika tidak lulus pre-test maka
mahasiswa tersebut tidak diperbolehkan mengikuti praktikum.
|
Memahami teori dan
prosedur dengan menjawab pre-test yang diberikan oleh asisten dosen
|
Menghapal teori dan prosedur dengan menjawab
pre-test yang diberikan oleh asisten dosen
|
Dapat menjawab
pretest hanya berdasarkan ingatan terhadap teori yang pernah di ajarkan
dikelas.
|
Tidak memahami teori dan
prosedur .
|
Tidak melakukan
pratikum karena tidak memahami prosedur dan teori yang dibutuhkan.
|
|
3.
|
Keselamatan
kerja
|
Mengunakan alat pelindung keselamatan
kerja pribadi dan dapat mengoprerasikan alat keselamatan kerja bersama (hydrant).
|
Mengunakan alat pelindung keselamatan
kerja pribadi namun tidak dapat mengoprerasikan alat keselamatan kerja
bersama (hydrant).
|
Mengunakan alat pelindung keselamatan
kerja pribadi namun tidak lengkap namun pratikum yang akan dilaksanakan tidak
menggunaan bahan-bahan berbahaya.
|
Mengunakan alat pelindung keselamatan
kerja pribadi namun tidak lengkap sementara pratikum yang akan dilaksanakan
tergolong berbahaya
|
Tidak mengunakan alat pelindung
keselamatan kerja pribadi dan tidak dapat mengoprerasikan alat keselamatan
kerja bersama (hydrant).
|
|
Pelaksanaan
NO
|
INDIKATOR
PENILAIAN
|
IYA
|
TIDAK
|
KET
|
|||
4(Sangat Baik)
|
3(Baik)
|
2(Kurang Baik)
|
1(Buruk)
|
||||
1.
|
Praktikum dilakukan sesuai prosedur
|
Sesuai
prosedur dengan alat & bahan lengkap
|
Sesuai prosedur tetapi alat & bahan tidak lengkap
|
Tidak
sesuai dengan prosedur tetapi memodifikasi alat dan bahan karena keterbatasan
sarana dan prasarana
|
Tidak
sesuai prosedur tetapi mengganti dengan praktikum yang sejenis
|
Praktikum
tidak dilakukan sama sekali karena alat dan bahan tidak lengkap
|
|
2.
|
Pengembangan
sikap ilmiah
|
Praktikan
mengamati, mengelompokkan, mencatat, mengukur dan menganalisis selama
praktikum
|
Praktikan
mengamati, mengelompokkan, mencatat, mengukur namun tidak menganalisis
|
Praktikan
mengamati, mengelompokkan, mencatat, mengukur dan menganalisis selama
praktikum
|
Praktikan
hanya mengamati, mengukur dan mencatat namun tidak menganalisis
|
Praktikan
tidak dapat mengembangkan sikap ilmiah sama sekali
|
|
3.
|
Pengadaan ujian post test yang bersifat hipotesis
|
Melakukan
post test yang bersifat hipotesis dan rutin
|
Melakukan
post test yang bersifat hipotesis dan tidak rutin
|
Melakukan
post test namun tidak bersifat hipotesis tapi rutin
|
Melakukan
post test namun tidak bersifat hipotesis dan jarang
|
Tidak
melakukan post test sama sekali
|
|
4.
|
Penyimpulan hasil praktikum
|
Praktikan
memahami tujuan dan prosedur praktikum berdasarkan hasil analisis pribadi dan
dapat menyimpulkan
|
Praktikan
memahami tujuan dan prosedur praktikumbukan berdasarkan hasil analisis
pribadi dan dapat menyimpulkan
|
Praktikan
memahami tujuan dan prosedur praktikum namun berdasarkan hasil analisis pribadi
dan tidak dapat menyimpulkan
|
Praktikan
memahami tujuan dan prosedur praktikum bukan berdasarkan hasil analisis
pribadi dan tidak dapat menyimpulkan
|
Praktikan
tidak memahami tujuan dan prosedur praktikum sama sekali
|
|
Pelaporan
NO
|
INDIKATOR
PENILAIAN
|
IYA
|
TIDAK
|
KET
|
|||
4(Sangat Baik)
|
3(Baik)
|
2(Kurang Baik)
|
1(Buruk)
|
||||
1.
|
Membuat
laporan sementara
|
Lengkap, mengarah kepada tujuan
pratikum dan dilengkapi dengan analisis
|
Lengkap,
mengarah kepada tujuan pratikum namun tidak dilengkapi dengan analisis
|
Lengkap, namun tidak terlalu mengarah
kepada tujuan pratikum dan dilengkapi dengan analisis
|
Tidak Lengkap, dan tidak terlalu mengarah
kepada tujuan pratikum dan dilengkapi dengan analisis
|
Tidak membuat laporan sementara.
|
|
2.
|
Membersihkan alat dan menyimpan bahan
yang telah digunakan
|
Alat yang
telah di bersihkan dan bahan yang digunakan disimpan dengan baik pada
tempatnya dan mengembalikan peminjaman alat kepada laboran.
|
Alat yang
telah di bersihkan dan bahan yang digunakan disimpan dengan baik namun tidak
pada tempatnya dan mengembalikan peminjaman alat kepada laboran.
|
Alat yang
telah di bersihkan dan bahan yang digunakan tidak disimpan dengan baik pada
tempatnya dan mengembalikan peminjaman alat kepada laboran.
|
Alat tidak
di bersihkan dan bahan yang digunakan tidak disimpan dengan baik pada
tempatnya dan mengembalikan peminjaman alat kepada laboran.
|
Labolatorium
ditinggalkan dalam keadaan kotor, alat tidak di bersihkan dan bahan yang
digunakan tidak disimpan dengan baik pada tempatnya dan tidak mengembalikan
peminjaman alat kepada laboran.
|
|
3.
Buatlah desain lab yang
inovatif untuk pembelajaran pada jenjang sekolah menengah atas (SMA)!
4.
Buatlah rubrik penilaiaan
untuk jurnal dan laporan pratikum!
Jurnal
NO
|
INDIKATOR
PENILAIAN
|
ADA
|
TIDAK
|
NIlAI/KET
|
1.
|
Judul Pratikum
|
|||
2.
|
Hari/
Tanggal
|
|||
3.
|
Tujuan
Pratikum
|
|||
4.
|
Landasan Teori
|
|||
5
.
|
Alat dan bahan
|
|||
6.
|
Prosedur kerja
|
Laporan
NO
|
INDIKATOR
PENILAIAN
|
ADA
|
TIDAK
|
NIlAI/KET
|
1.
|
Data
Pengamatan
|
|||
2.
|
Pembahasan
|
|||
3.
|
Diskusi
|
|||
4.
|
Kesimpulan
|
|||
5
.
|
Daftar Pustaka
|
5.
Jelaskan pentingnya
manejemen labolatorium dalam kaitannya dengan kurikulum 2013! (Produktif,
inovatif, kreatif)
Laboratorium merupakan sarana penting untuk pendidikan,
penelitian, pelayanan, uji mutu atau quality control serta untuk penunjang
proses pembelajaran di sekolah. Seperti dikemukakan pada PP Nomor 19 tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 42 ayat 2 bahwa “ Setiap satuan
pendidikan wajib memiliki prasarana yang memiiki lahan, ruang kelas, ruang
pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang
perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi,
ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah,
tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk
menunjang pembeajaran yang teratur dan berkelanjutan”.
Dalam konteks pendidikan di sekolah, laboratorium mempunyai
fungsi sebagai tempat proses pembelajaran dengan metode praktikum yang dapat
memberikan pengalaman belajar pada siswa untuk berinteraksi dengan alat dan
bahan serta mengobservasi berbagai gejala secara langsung. Labolatorium sangat
diperlukan dalam mendukung suksesnya pelakasanaan kurikulum 2013 yang mengusung
Scientific skill karena kegiatan laboratorium/praktikum akan memberikan peran
yang sangat besar terutama dalam:
1. Membangun pemahaman konsep;
2. Verifikasi (pembuktian) kebenaran konsep;
3. Menumbuhkan keterampilan proses
(keterampilan dasar bekerja ilmiah) serta afektif siswa;
4. Menumbuhkan rasa suka dan motivasi terhadap
pelajaran yang dipelajari; dan
5. Melatih kemampuan psikomotor.
6.
Jelaskan perbedaan
mendasar pada labolatorium jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP)!
Labolatorium SD
|
Labolatorium SMP
|
Aktivitas dalam
labolatorium hanya berupa demostrasi atau penayangan gambar dan video
|
Siswa sudah melakukan
pratikum baik secara individu maupun kelompok, namun masih dalam pengawasan
guru dan laboran.
|
Alat dan bahan yang
digunakan bukan alat dan bahan sebenarnya namun hanya berupa replika(gambar
atau contoh) dan dapat dipastikan tidak akan membahayakan peserta didik.
|
Alat dan bahan yang
digunakan adalah alat dan bahan sebenarnya dengan terlebih dahulu guru
menjelaskan manfaat dan cara penggunaan maupun perlakuan pada alat dan bahan
tersebut.
|
Ruang labolatorium
didesain sesederhana mungkin sehingga mempermudah guru dalam melakukan
pengawasan.
|
Ruang labolatorium
didesain sudah lebih meningkat dibanding SD karena di labolatorium SMP sudah
diperlukan ruang penyimpanan maupun persiapan.
|
Disekitar meja
pratikan terdapat patung dan gambar yang dapat menarik perhatian siswa dan
mempermudah siswa dalam memahami materi
|
Disekitar meja
pratikan terdapat alat yang sering digunakan yang dapat mendukung dan
diperlukan dalam kegiatan praktikum.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar