expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Rabu, 07 Mei 2014

MID (KHATARINA, A1C111010)


Ujian Mid Kimia Bahan Alam

1.     Jelaskan manajemen baku lab yang ideal!
            Manajemen laboratorium berarti objek yang akan dimanajemen adalah laboratorium tersebut yang secara rinci terdiri dari alat-alat dan bahan-bahan kimia, sarana / prasarana lab, dan proses pelaksanaan praktikum. Pengelolaan laboratorium akan berjalan dengan baik dan efektif bilamana dalam struktur organisasi laboratorium didukung oleh Board Of  Management yang brfungsi sebagai peranan pengaruh dan penasehat. Board Of Management  terdiri atas para senior yang mempunyai kompetensi dengan kegiatan laboratorium yang bersangkutan.
Ada beberapa perangkat pengelolaan laboratorium yang standar untuk dilaksakan guna mengoptimalkan peranan laboratorium dalam pembelajaran yaitu :
1.    Tata ruang laboratorium
2.    Alat yang baik dan terkalibrasi
3.    Infrastruktur laboratorium
4.    Administrasi laboratorium
5.    Organisasi laboratorium
6.    Fasilitas pendanaan (Sumber Dana)
7.    Investasi dan keamanan laboratorium
8.    Pengamanan laboratorium
9.    Disiplin dan keterampilan laboran
10.    Keterampilan sumber daya manusia
11.    Peraturan dasar di laboratorium
Semua perangkat-perangkat tersebut diatas, jika dikelola secara optimal akan mendukung terwujudnya penerapan manajemen laboratorium yang baik. Dengan demikimian manajemen laboratorium dapat dipahami sebagai suatu tindakan pengelolaan yang kompleks dan terarah.
1.    Tata Ruang Laboratorium
Menurut Wirjosoemarto (dalam Baim, 2011) Fasilitas laboratorium adalah :
“Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memudahkan pemakaian laboratorium dalam aktivitasnya. Fasilitas tersebut ada yang berupa fasilitas umum dan khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua pemakai laboratorium seperti penerangan, ventilasi, air, bak cuci (sinks), aliran listrik dan gas. Fasilitas khusus berupa peralatan dan meja belajar, seperti meja siswa/mahasiswa, meja guru/dosen, kursi, papan tulis, lemari alat, lemari bahan, ruang timbang, lemari asam, pelengkapan P3K, pemadam kebakaran dan lain-lain”
Pemakaian laboratorium hendaknya memahami tata letak atau layout bangunan laboratorium. Pembangunan suatu laboratorium tidak dipercayakan begitu saja kepada seorang arsitektur bangunan. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum membangun laboratorium. Faktor – faktor tersebut diantaranya adalah lokasi bangunan laboratorium dan ukuran ruang. Persyaratan lokasi bangunan laboratorium tidak terletak pada arah angin  yang menuju bangunan lain atau permukiman. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar untuk menghindari penyebaran gas-gas berbahaya. Bangunan laboratorium juga harus dekat dengan sumber air, dan tidak terlalu dekat dengan bangunan yang lain. Lokasi laboratorium harus mudah dijangkau untuk pengontrolan dan memudahkan penindak lanjutan misalnya terjadi kebakaran. Selain persyaratan lokasi perlu dikerhatikan juga tata letak, ruang sebaiknya di tata sedemikian rupa (baik). Tata ruang yang sempurna harus dimulai sejak perencanaan gedung sampau pada plaksanaan pembangunan. Sebuah laboratorium yang baik memiliki tata ruang dengan komponen sebagai berikut :
a.    Pintu masuk (in)
b.    Pintu keuar (out)
c.    Pintu darurat (emergency-exit)
d.    Ruang persiapan (preparation- room)
e.    Ruang peralatan (equipment – room)
f.    Ruang penangas (fume – room)
g.    Ruang penyimpanan (strorage – room)
h.    Ruang istirahat/ ibadah
i.    Ruang Staf (Staff-room)
j.    Ruang Teknisi (technician-room)
k.    Ruang prasarana kebersihan
l.    Ruang toilet
m.    Lemari praktikan (locker)
n.    Lemari gelas (glass-rack)
o.    Lemari alat-alat optic (optical-rack)
p.    Pintu jendela diberi kawat kasa, agar serangga dan burung tidak dapat masuk
q.    Fan (untuk dehumidifier)
r.    Ruang ber-AC untuk alat-alat yang memerlukan persyaratan tertentu
2.    Alat yang berfungsi dengan baik dan terkalibrasi
Pengenalan terhadap laboratorium merupakan kewajiban bagi setiap petugas laboratorium, terutama yang akan mengoprasikan peralatan tersebut. Setiap alat yang akan dioprasikan harus dalam kondisi yang baik yaitu dengan syarat :
a.    Siap untuk dipakai (ready for use)
b.    Bersih
c.    Berfungsi dengan baik
d.    Terkalibrasi
Ada beberapa peralatan yang harus disertai dengan petunjuk penggunaan (manual-operation),  hal ini diperlukan untuk menghindari terjadinya kerusakan. Dalam buku manual terdapat juga petunjuk untuk perbaikan selanjutnya. Teknisi laboratorium yang ada harus senantiasa berada di tempat, karena setiap kali peralatan dioperasikan akan ada kemungkinan alat tidak berfungsi dengan baik. Beberapa peralatan yang dimiliki harus disusun secara teratur pada tempat tertentu, berupa rak meja yang disediakan. Peralatan digunakan untuk  melakukan suatu kegiatan pendidikan, penelitian, pelayanan masyarakat atau studi tertentu. Karenanya alat-alat ini harus selalu siap pakai, agar sewaktu-waktu dapat digunakan.
Peralatan laboratoium hendaknya dikelompokkan berdasarkan penggunaanya. Setelah selesai digunakan, harus segera dibersihkan kembali dan di susun semula. Semua alat-alat ini sebaiknya diberikan penutup (cover), seperti plastik transparan, terutama bagi alat-alat yang memang memerlukannya. Alat-alat yang tidak ada penutupnya akan cepat berdebu, kotor dan akhirnya dapat merusak alat tersebut.
Untuk memudahkan dalam penyimpanan dan pengambilan kembali alat yang ada di laboratorium, maka sebaikknya dibuat daftar inventaris yang lengkap dengan kode dan jumlah masing-masing. Alat yang sudah rusak atau pecah ditempatkan pada satu lemari tertentu, dan dituliskan dalam buku kasus dan buku inventaris laboratorium. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyimpan alat laboratorium yaitu :
a.    Bahan dasar pembuatan alat
b.    Bobot alat
c.    Kepekaan alat terhadap lingkungan
d.    Pengaruh alat lain
e.    Kelengkapan alat dalam satu set
Dalam menata dan penyimpanan alat laboratorium didasarkan pada  :
a.    Keadaan laboratorium yang ditentukan oleh fasilitas, susunan laboratorium, dan keadaan alat/ bahan
b.    Kepentingan pemakai ditentukan berdasarkan kemudahan mencari dan dicapai, keamanan dalam menyimpan dan pengambilan.
Perlakukan terhadap alat-alat di laboratorium yang akan digunakan hendaknya :
a.    Membawa alat sesuai dengan petunjuk penggunaan
b.    Menggunakan alat sesuai dengan petunjuk penggunaan
c.    Menjaga kebersihan alat
d.    Menyimpan alat
3.    Infrastrutur Laboratorium
Infrastruktur dalam laboratorium meliputi srana dan prasara yang mendukung terhadap kelengkapan dan kenyaman penggunaan laboratorium. Sarana dan prasarana ini terdiri dari sarana utama dan sarana pendukung.
A.    Sarana utama
Sarana utama mencakup lokasi laboratorium, konstruksi bangunan laboratorium dan sarana lain seperti pintu utama, pintu darurat, jenis meja praktikum/peralatan, jenis atap, jenis dinding, jenis lantai, jenis pintu, jenis lampu, jenis pembuangan limbah, jenis ventilasi, jenis AC, jenis tempat penyimpanan, jenis lemari bahan kimia, jenis alat optik, jenis timbangan, dan instrument lain, kondisi laboratorium dan lainnya.
B.    Sarana pendukung
Mencakup terhadap ketersediaan energi listrik, gas, air, lemari asam, kipas angin (blower), papan tulis, kotak obat-obatan, peralatan P3K, alat komunikasi, dan pendukung keselamatan kerja seperti pemadam kebakaran, hidran dan sebagainya.
4.    Administrasi Laboratorium
Pengadministrasian merupakan suatu proses pendokumenan seluruh sarana dan prasarana serta aktivitas laboratorium. Dalam kaitannya dengan pengadaan alat dan bahan. Pengadministrasian sarana dan prasarana laboratorium bertujuan untuk mencegah kehilangan/ penyalahgunaan, memudahkan oprasional dan pemeliharaan, mencegah duplikasi/ overlapping permintaan alat dan memudahkan pengecekan.
Setiap laboratorium memiliki jenis dan karakteristik  yang berbeda-beda, namun dilihat dari pola pengadministrasian memiliki pola dan aspek yang serupa. Sebagai contoh pola pengadministrasian adalah :
a.    Data ruangan Laboratorium
b.    Kartu Barang
c.    Daftar Barang
d.    Daftar pengeluaran/penerimaan barang
e.    Daftar usulan penerimaan barang
f.    Kartu alat
g.    Daftar alat
h.    Kartu Zat
i.    Daftar zat
 j.    Dafatar pengeluaran/ penerimaan zat
k.    Daftar usulan/ permintaan zat
Dalam pengadministrasian ruangan laboratorium, setiap laboratorium harus memiliki denah  yang menggambarkan keadaan macam ruangan yang ada, jaringan listrik, jaringan air dan jaringan gas. Ruangan – ruangan tersebut harus tercatat namanya, ukurannya, dan kapasitasnya, dan data ini tercantum dalam data ruangan laboratorium.  Untuk mengadministrasikan fasilitas umum adalah barang – barang yang merupakan perlengkapan laboratorium. Barang-barang ini di data dalam kartu barang dan daftar barang, untuk memudahkan pendataan baiknya diurutkan berdasarkna abjad.
Pengadministrasian alat dan zat bertujuan untuk memudahkan pengelompokan jenis alat dan zat seperti alat gelas, alat listrik, alat logam, instrumnet, dan data dari alat alat ini dicantumkan dalam kartu alat, daftar alat, dan demikian untuk zat. Selain pengadministrasian alat dan bahan/ zat sistem evaluasi dan pelaporan juga diperlukan yang bertujuan untuk kelancaran administrasi yang baik, seyogianya laboratorium membeikan pelaporan kepada atasannya. Evaluasi dan pelaporan kegiatan masing-masing laboratorium dapat dilakukan bersama dengan pimpinan setiap semester atau tiap tahunyna, tergantung pada kesiapan yang ada agar semua kegiatan laboratorium dapat dipantau dan sekaligus dapat digunakan untuk perencanaan laboratorium (seperti penambahan alat-alat baru, rencana pembiayaan/ dana laboratorium yang diperluka, perbaikan sarana dan prasarana yang ada)
5.    Organisasi Laboratorium
Organisasi laboratorium meliputi struktur organisasi, deskripsi pekerjaan, serta susunan personalia yang mengelola laboratorium tersebut. Tugas dan tanggung jawab laboratorium selain mengkoordinir berbagai aspek laboratorium, juga mengatur penjadwalan penggunaan laboratorium. Penjadwalan ini dikordinasikan dengan bagian kurikulum  dengan mempertimbangkan usulan-usuan guru.
Pada laboratorium yang menggunakan peralatan yang rumut  atau kompleks, biasanya perlu diangkat seorang operator alat. Operator alat bertanggung jawab terhadap alat yang dioperasikannya. Oleh karena itu operator harus selalu siap jika sewaktu-waktu alat digunakan.
6.    Fasilitas pendanaan (sumber dana)
Dalam melaksanakan kegiatan laboratorium untuk kesinambungan fungsional laboratorium salah satu faktor utamanya adalah pendanaan atau anggaran yang memadai. Anggaran disini bertujuan untuk melakukan penghematan. Untuk laboratorium sains anggaran harus disiapkan dua atau tiga bulan sebelum tahun ajaran berjalan, sehingga memiliki waktu yang cukup untuk mempertimbangkan pembatalan, dan memeberikan keputusan terhadap pemesanan dan pengadaan alat dan bahan. Untuk melakukan persiapan anggaran ada bebrapa langkah-langkakh yang harus dilakukan yaitu :
1.    Cek semua persediaan alat/Zat
2.    Dengan bantuan guru senior dan asisten laboran, meminta informasi tentang :
a.    Barang yang habis
b.    Alat-alat yang rusak
c.    Alat/bahan yang rusak atau hilang
d.    Alat-alat baru yang dibutuhkan
3.    Mencari informasi proyeksi penerimaan siswa/ mahasiswa pada tahun ajaran yang akan datang
4.    Pengecekan fasilitas laboratorium mencakup suplai air, listrik, gas, dan lain-lain
5.    Mengecek harga – harga alat/bahan pada saat ini dan memprediksi harga-harga tersebut  pada tahun mendatang.
6.    Meminta informasi dari guru bidang studi untuk menyiapkan daftar alat dan bahan yang dibutuhkan selama tahun ajaran bejalan.
7.    Mendiskusikan hal-hal yang penting dan kritisasi untuk penyelesaian kebutuhan alat/bahan tersebut dengan melibatkan kepala sekolah dan guru senior. Dalam membuat kebutuhan alat dan bahan hendaknya dibuat dlam bentuk format pemesanan dengan mencantumpakn nama alat/bahan, spesifikasi yang jelas, jumlah dan estimasi harga.
7.    Disiplin dan Keterampilan Laboran
Pengelolaan laboratorium  harus menerapkan disiplin yang tinggi pada seluruh pengguna laboratorium (mahasiswa, asisten, laboran/teknisi) agar terwujud  efesiensi kerja yang tinggi. Kedisiplinan sangat dipengaruhi oleh oleh pola kebiasaan dan perilaku dari manusia itu sendiri. Oleh sebab itu setiap pengguna laboratorium harus menyadari tugas, wewenang dan fungsinya. Sesama pengguna laboratorium harus ada kerjasama yang baik, sehingga setiap kesulitan, dapat dipecahkan/ diselesaikan dengan baik. Selain kedisiplinan pengelola laboratorium juga harus meningkatkan keterampilan semua tenaga laboran/teknisi. Peningkatan keterampilan dapat diperoleh melalui pendidikan tambahan seperti pendidikan keterampilan khusus, pelatihan (workshop) maupun magang di tempat lain. Peningkatan keterampilan juga dapat dilakukan mealui bimbingan dari staf dosen, baik di dalam laboratorium maupun antar laboratorium
8.    Peraturan Dasar di Laboratorium
Beberapa peraturan umum untuk menjamin kelancaran pekerjaan di laboratorium sebagai berikut ini :
a.    Dilarang makan dan minum di laboratorium
b.    Dilarang merokok, karena mengandung bahaya seperti
- kontaminasi melalui tangan
- ada api/uap/gas yang bocor/mudah terbakar
- uap/gas beracun akan terhisap melali pernapasan
c.    Dilarang meludah untuk mencegah terjadinya kontaminasi
d.    Jangan panik menghadapi bahaya  kebakaran dan gempa
e.    Dilarang mencoba peralatan laboratorium tanpa  diketahui cara penggunaannya
f.    Diharuskan menulis label yang lengkap
g.    Dilarang mengisap/menyedot dengan menggunakan mulut
h.    Diharuskan menggunakan baju laboratorium, dan juga sarung tangan, terutama saat menuangkan zat berbahaya.
i.    Semua peraturan itu harus ditujuakan untuk keselamatan kerja di laboratorium.
9.    Penangan Masalah umum dalam Laboratorium Kimia
a.    Mencampur zat-zat kimia
Jangan mencampur bahan kimia tanpa mengetahui sifat reaksinya. Jika belum tau maka tanyakan pada orang yang lebih kompeten.
b.    Zat-zat baru atau kurang diketahui
Demi keamanan laboratorium, berkonsultasilah sebelum menggunakan zat-zat kimia yang baru dan kurang diketahui. Semua zat-zat dapat menimbulkan risiko yang tidak diketahui.
c.    Membuang bahan material yang berbahaya
Sebelum membuang material yang berbahaya harus diketahui risiko yang mungkin terjadi. Oleh karena itu perlu dipastikan bahwa ketika membuang zat kimia tidak akan menimbulkan bahaya. Demikian halnya dengan buangan dari laboratorium, sebaiknya memiliki bak penampungan khusus, jangan dibuang begitu saja karena membuang mengandung bahaya yang menimbulkan pencemaran, air buangan harus di “treatment” dengan cara menetralisis sebelum di buang ke lingkungan.
d.    Tumpahan
Tumpahan asam diencerkan dulu dengan air dan dinetralkan dengan menggunakan CaCO3 atau soda abu, dan basa dengan menggunakan asam encer, setelah itu dipel dan dipastikan bahwa kain pel bebas dari asam atau alkali. Tumpahan minyak harus ditaburi dengan menggunakan pasir, kemudian disapu dan dimasukkan dalam tong sampah yang terbuat dari logam dan ditutup rapat.
e.    Tindakan pertama dalam pertolongan
Untuk bentuk kecelakaan maka perlu diambil dindakan pertama perlu diambil pada waktu memberiakn pertolongan pada sipenderita yaitu :
1.    Membewa sipenderita ke tempat yang tenang
2.    Apabila  pendarahan terjadi pada sipenderita usahakan darah yang keluar itu dihentikan dengan jalan mengangkat bagian tubuh yang luka, sehingga yang luka berada dia atas jantung.
3.    Usahakan sipenderita terbaring seleluasa mungkin.
4.    Jangan memberikan makanan pada penderita yang pingsan.
5.    Segeralah minta pertolongan dokter.


2.     Buatlah rubrik penilaian pratikum secara umum! Sebuah pratikum yang berhasil, rubriknya, Bagaimana? Tentukan kategori pratikum yang berhasil dan tidak berdasarkan rubrik tersebut!

Sebuah pratikum dapat dikatakan berhasil apabila hasil penilaian pratikum berada dalam penilaian 4(Sangat baik) dan 3(Baik). Namun apabila penilaian berada dalam kategori 4(Kurang Baik) dan  1(Buruk) maka pratikum dapat dikatakan tidak berhasil.

Persiapan
NO
INDIKATOR PENILAIAN
IYA
TIDAK
KET
4(Sangat Baik)
3(Baik)
2(Kurang Baik)
1(Buruk)
1.
Praktikum mempersiapkan alat dan bahan sebelum pratikum dilakasanakan
Alat dan bahan dipersiapkan dengan baik dan lengkap ditempatkan pada meja persiapan
Alat dan bahan dipersiapkan dengan baik dan lengkap namun tidak di tempatkan pada meja persiapan
Alat dan bahan dipersiapkan dengan baik namun tidak lengkap
Alat dan bahan dipersiapkan dengan sembarangan dan tidak lengkap
Praktikum tidak dilakukan sama sekali karena alat dan bahan tidak lengkap

2.
Memahami teori dan prosedur dengan menjawab pre-test yang diberikan oleh asisten dosen dan jika tidak lulus pre-test maka mahasiswa tersebut tidak diperbolehkan mengikuti praktikum.
Memahami teori dan prosedur dengan menjawab pre-test yang diberikan oleh asisten dosen
Menghapal teori dan prosedur dengan menjawab pre-test yang diberikan oleh asisten dosen
Dapat menjawab pretest hanya berdasarkan ingatan terhadap teori yang pernah di ajarkan dikelas.

Tidak memahami teori dan prosedur .
Tidak melakukan pratikum karena tidak memahami prosedur dan teori yang dibutuhkan.

3.
Keselamatan kerja
Mengunakan alat pelindung keselamatan kerja pribadi dan dapat mengoprerasikan alat keselamatan kerja bersama (hydrant).
Mengunakan alat pelindung keselamatan kerja pribadi namun tidak dapat mengoprerasikan alat keselamatan kerja bersama (hydrant).
Mengunakan alat pelindung keselamatan kerja pribadi namun tidak lengkap namun pratikum yang akan dilaksanakan tidak menggunaan bahan-bahan berbahaya.
Mengunakan alat pelindung keselamatan kerja pribadi namun tidak lengkap sementara pratikum yang akan dilaksanakan tergolong berbahaya
Tidak mengunakan alat pelindung keselamatan kerja pribadi dan tidak dapat mengoprerasikan alat keselamatan kerja bersama (hydrant).


Pelaksanaan
NO
INDIKATOR PENILAIAN
IYA
TIDAK
KET
4(Sangat Baik)
3(Baik)
2(Kurang Baik)
1(Buruk)
1.
Praktikum dilakukan sesuai prosedur
Sesuai prosedur dengan alat & bahan lengkap
Sesuai prosedur tetapi alat & bahan tidak lengkap
Tidak sesuai dengan prosedur tetapi memodifikasi alat dan bahan karena keterbatasan sarana dan prasarana
Tidak sesuai prosedur tetapi mengganti dengan praktikum yang sejenis
Praktikum tidak dilakukan sama sekali karena alat dan bahan tidak lengkap

2.
Pengembangan sikap ilmiah
Praktikan mengamati, mengelompokkan, mencatat, mengukur dan menganalisis selama praktikum
Praktikan mengamati, mengelompokkan, mencatat, mengukur namun tidak menganalisis
Praktikan mengamati, mengelompokkan, mencatat, mengukur dan menganalisis selama praktikum
Praktikan hanya mengamati, mengukur dan mencatat namun tidak menganalisis
Praktikan tidak dapat mengembangkan sikap ilmiah sama sekali

3.
Pengadaan ujian post test yang bersifat hipotesis
Melakukan post test yang bersifat hipotesis dan rutin
Melakukan post test yang bersifat hipotesis dan tidak rutin
Melakukan post test namun tidak bersifat hipotesis tapi rutin
Melakukan post test namun tidak bersifat hipotesis dan jarang
Tidak melakukan post test sama sekali

4.
Penyimpulan hasil praktikum
Praktikan memahami tujuan dan prosedur praktikum berdasarkan hasil analisis pribadi dan dapat menyimpulkan
Praktikan memahami tujuan dan prosedur praktikumbukan berdasarkan hasil analisis pribadi dan dapat menyimpulkan
Praktikan memahami tujuan dan prosedur praktikum namun berdasarkan hasil analisis pribadi dan tidak dapat menyimpulkan
Praktikan memahami tujuan dan prosedur praktikum bukan berdasarkan hasil analisis pribadi dan tidak dapat menyimpulkan
Praktikan tidak memahami tujuan dan prosedur praktikum sama sekali


Pelaporan
NO
INDIKATOR PENILAIAN
IYA
TIDAK
KET
4(Sangat Baik)
3(Baik)
2(Kurang Baik)
1(Buruk)
1.
Membuat laporan sementara
Lengkap, mengarah kepada tujuan pratikum dan dilengkapi dengan analisis
Lengkap, mengarah kepada tujuan pratikum namun tidak dilengkapi dengan analisis
Lengkap, namun tidak terlalu mengarah kepada tujuan pratikum dan dilengkapi dengan analisis
Tidak Lengkap, dan tidak terlalu mengarah kepada tujuan pratikum dan dilengkapi dengan analisis
Tidak membuat laporan sementara.

2.
Membersihkan alat dan menyimpan bahan yang telah digunakan
Alat yang telah di bersihkan dan bahan yang digunakan disimpan dengan baik pada tempatnya dan mengembalikan peminjaman alat kepada laboran.
Alat yang telah di bersihkan dan bahan yang digunakan disimpan dengan baik namun tidak pada tempatnya dan mengembalikan peminjaman alat kepada laboran.
Alat yang telah di bersihkan dan bahan yang digunakan tidak disimpan dengan baik pada tempatnya dan mengembalikan peminjaman alat kepada laboran.
Alat tidak di bersihkan dan bahan yang digunakan tidak disimpan dengan baik pada tempatnya dan mengembalikan peminjaman alat kepada laboran.
Labolatorium ditinggalkan dalam keadaan kotor, alat tidak di bersihkan dan bahan yang digunakan tidak disimpan dengan baik pada tempatnya dan tidak mengembalikan peminjaman alat kepada laboran.




3.     Buatlah desain lab yang inovatif untuk pembelajaran pada jenjang sekolah menengah atas (SMA)!



4.     Buatlah rubrik penilaiaan untuk jurnal dan laporan pratikum!
Jurnal
NO
INDIKATOR PENILAIAN
ADA
TIDAK
NIlAI/KET
1.
Judul Pratikum



2.
Hari/ Tanggal



3.
Tujuan Pratikum



4.
Landasan Teori



5 .
Alat dan bahan



6.
Prosedur kerja




Laporan
NO
INDIKATOR PENILAIAN
ADA
TIDAK
NIlAI/KET
1.
Data Pengamatan



2.
Pembahasan



3.
Diskusi



4.
Kesimpulan



5 .
Daftar Pustaka







5.     Jelaskan pentingnya manejemen labolatorium dalam kaitannya dengan kurikulum 2013! (Produktif, inovatif, kreatif)
Laboratorium merupakan sarana penting untuk pendidikan, penelitian, pelayanan, uji mutu atau quality control serta untuk penunjang proses pembelajaran di sekolah. Seperti dikemukakan pada PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 42 ayat 2 bahwa “ Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang memiiki lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang pembeajaran yang teratur dan berkelanjutan”.
Dalam konteks pendidikan di sekolah, laboratorium mempunyai fungsi sebagai tempat proses pembelajaran dengan metode praktikum yang dapat memberikan pengalaman belajar pada siswa untuk berinteraksi dengan alat dan bahan serta mengobservasi berbagai gejala secara langsung. Labolatorium sangat diperlukan dalam mendukung suksesnya pelakasanaan kurikulum 2013 yang mengusung Scientific skill karena kegiatan laboratorium/praktikum akan memberikan peran yang sangat besar terutama dalam:
1.   Membangun pemahaman konsep;
2.   Verifikasi (pembuktian) kebenaran konsep;
3.   Menumbuhkan keterampilan proses (keterampilan dasar bekerja ilmiah) serta afektif siswa;
4.   Menumbuhkan rasa suka dan motivasi terhadap pelajaran yang dipelajari; dan
5.    Melatih kemampuan psikomotor.

6.     Jelaskan perbedaan mendasar pada labolatorium jenjang sekolah dasar (SD)  dan sekolah menengah pertama (SMP)!
Labolatorium SD
Labolatorium SMP
Aktivitas dalam labolatorium hanya berupa demostrasi atau penayangan gambar dan video
Siswa sudah melakukan pratikum baik secara individu maupun kelompok, namun masih dalam pengawasan guru dan laboran.
Alat dan bahan yang digunakan bukan alat dan bahan sebenarnya namun hanya berupa replika(gambar atau contoh) dan dapat dipastikan tidak akan membahayakan peserta didik.
Alat dan bahan yang digunakan adalah alat dan bahan sebenarnya dengan terlebih dahulu guru menjelaskan manfaat dan cara penggunaan maupun perlakuan pada alat dan bahan tersebut.
Ruang labolatorium didesain sesederhana mungkin sehingga mempermudah guru dalam melakukan pengawasan.
Ruang labolatorium didesain sudah lebih meningkat dibanding SD karena di labolatorium SMP sudah diperlukan ruang penyimpanan maupun persiapan.
Disekitar meja pratikan terdapat patung dan gambar yang dapat menarik perhatian siswa dan mempermudah siswa dalam memahami materi
Disekitar meja pratikan terdapat alat yang sering digunakan yang dapat mendukung dan diperlukan dalam kegiatan praktikum.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar