expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Selasa, 17 Juni 2014

Uas Pengelolaan Labolatorium


1.      Buatlah rubrik angket tentang keamanan dan keselamatan bekerja di labolatorium!

NO
INDIKATOR PENILAIAN

IYA


TIDAK
KET



4(Sangat baik)
3 (Baik)
2 (Cukup)
1 (Buruk)




Persiapan








1.Larangan







1.
Dilarang mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas laboratorium
Mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium dengan diketahui oleh petugas laboratorium
Mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium dengan segera melaporakan penggunaan setelah selesai menggunakannya.
Mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium dengan sengaja walaupun sedang ada petugas laboratorium di tempat.
Mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas laboratorium.
Mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas laboratorium


2.
Orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke laboratorium. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan
Tidak satupun yang tidak berkepentingan masuk ke laboratorium
Orang yang tidak berkepentingan masuk lab karna dipanggil asdos atau ada keperluan tertentu
Orang yang tidak berkepentingan masuk ke dalam laboratorium (dalam waktu yang lama)
Orang yang tidak berkepentingan masuk lab walaupun ada petugas petugas laboratorium
Orang yang tidak berkepentingan masuk laboratorium sewaktu petugas lab tidak ada


3.
Jangan melakukan eksperimen sebelum mengetahui informasi mengenai bahaya bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.
Melakukan eksperimen sesudah memahami informasi mengenai bahaya dan kegunaan bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.
Melakukan eksperimen dengan memahami bahaya bahan kimia dan cara pemakaian alat
Melakukan eksperimen hanya dengan memahami informasi mengenai bahaya bahan kimia.
Tidak melakukan eksperimen karena tidak memahami informasi mengenai bahaya bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.
Malakukan eksperimen walaupun tidak mengetahui informasi mengenai bahaya bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.


4.
Jangan bermain-main dan tidak berisik di dalam ruangan laboratorium.
Fokus melakukan eksperimen
Eksperimen tetap berjalan walaupun ada gangguan.
Melakukan eksperimen tetapi ada gangguan yang mempengaruhi proses eksperimen
Melakukan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan eksperimen.
Bermain-main dan berisik di dalam laboratorium


5.
Dilarang merokok, makan, dan minum di laboratorium.
Makan, minum atau merokok hanya dilakukan jauh dari lingkungan laboratorium.
Segera setelah makan , minum, atau merokok di luar laboratorium langsung melakukan eksperimen  .
Aktifitas merokok, minum dan makan di laboratorium ketika eksperimen istirahat sebentar
Makan dan minum dilabor tetapi tidak melakukan eksperimen
Merokok, makan, dan minum di laboratorium ketika eksperimen berlangsung



2.Suruhan







6.
Membawa jas lab, masker, sarung tangan, dan kacamata.
Membawa dengan lengkap baik itu jas lab, sarung tangan, dan kacamata
Hanya membawa jas lab dan sarung tangan
Hanya membawa jas lab saja

Tidak membawa apapun


7.
Sarapan dan minum susu dahulu dari rumah sebelum dan sesudah praktikum.
Sarapan dan minum susu dahulu dari rumah sebelum dan sesudah praktikum.
Sarapan dan minum susu tetapi hanya sebelum praktikum
Hanya sarapan saja tetapi tidak minum susu sebelum dan sesudah praktikum
Tidak sarapan dan hanya minum susu pada saat sebelum praktikum
Tidak sarapan dan minum susu baik itu sebelum dan sesudah praktikum


8.
Pakailah sepatu.
Memakai sepatu kets dan kaos kaki saat praktikum
Memakai ‘flat shoes’ tetapi memakai kaos kaki saat praktikum
Memakai ‘flat shoes’ tetapi tidak memakai kaos kaki saat praktikum
Memakai sandal sepatu saat praktikum
Tidak memakai sepatu


9.
Gunakan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan.
Mengunakan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan
Mengunakan alat yang berbeda dari petunjuk praktikum yang diberikan. Misalnya, dipenuntun dikatakan erlemeyer, tetapi saat praktikum digunakan gelas kimia
Menggunakan alat dan bahan yang kurang sesuai dengan petunjuk pratikum yang diberikan.
Mengunakan jumlah bahan praktikum yang kurang tepat.
Tidak menggunakan alat dan bahan yang sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan.


10.
Bertanyalah kepada asisten praktikum jika merasa ragu dan tidak mengerti saat melakukan percobaan.
Bertanya kepada asisten praktikum jika merasa ragu dan tidak mengerti saat melakukan percobaan
Bertanya kepada asisten dosen jika tidak mengerti saja
Bertanya kepada teman jika tidak mengerti
Browsing internet jika tidak mengerti
Tidak bertanya sama sekali walaupun meras ragu atau tidak mengerti


11.
Mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja.
Mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja
mengenali peralatan  keselamatan tanpa tahu cara menggunakannya
hanya mengetahui  nama – nama dan hafal fungsi alat keselamatan tanpa tahu bentuk alat keselamatannya
hanya mengenali sebagian alat – alat keselamatan kerja dan tidak mengetahui letaknya untuk memudahkan pertolongan .
Praktikan Tidak mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja.


12.
Pakailah jas laboratorium saat bekerja di laboratorium.
Praktikan  memakai jas laboratorium saat bekerja dilaboratorium
Praktikan Memakai jas laboratorium mulai dari luar ruangan laboratorium
Praktikan memakai jas laboratorium setelah berada didepan meja praktikum
Praktikan memakai jas laboratorium hanya pada saat tertentu saja
Praktikan tidak memakai jas laboratorium saat bekerja di laboratorium


13.
Harus mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye shower, respirator, dan alat keselamatan kerja yang lainnya.
Praktikan mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye shower, respirator, dan alat keselamatan kerja yang lainnya.
Praktikan hanya mengetahui cara menggunakan pemadam kebakaran
Praktikan mengetahui  alat keselamatan  tetapi sangat canggung menggunakannya
Praktikan mengetahui  alat keselamatan
tanpa tahu cara menggunakannya
Praktikan tidak mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye shower, respirator, dan alat keselamatan kerja yang lainnya


14.
Jika terjadi kerusakan atau kecelakaan, sebaiknya segera melaporkannya ke petugas laboratorium.
Praktikan  melaporkan kerusakan atau kecelakaan ke petugas laboratorium
Praktikan hanya melaporkan kerusakan atau kecelakaan kepada asisten dosen
Praktikan menyembunyikan kerusakan atau kecelakaan dari petugas laboratorium
Praktikan melaporkan kerusakan atau kecelakaan kepada petugas laboratorium setelah sekian lama kejadian
Praktikan tidak melaporkan kerusakan atau kecelakaan ke petugas laboratorium


15.
Berhati-hatilah bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar.
Praktikan berhati-hati bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar.
Praktikan memperhatikan keadaan sekitar saat berlaku ceroboh saat bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar
Praktikan berlaku ceroboh saat bekerja dengan asam kuat , reagen korosif , reagen reagen yang volatil dan mudah terbakar
Praktikan sangat canggung dan ketakutan saat menggunakan asam kuat , reagen korosif , reagen reagen yang volatil dan mudah terbakar
Praktikan tidak berhati-hati bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar


16.
Gunakan lemari asam jika mereaksikan bahan-bahan yang berbahaya.
Lemari asam digunakan saat mereaksikan bahan-bahan yang berbahaya
Lemari asam digunakan saat mereaksikan bahan-bahan yang berbahaya dan kurang berbahaya
Lemari asam tidak digunakan saat mereaksikan zat-zat berbahaya namun dapat mereaksikannya dengan dibawa keluar ruangan ataupun tempat terbuka tanpa keluar dari lokasi laboratorium
Tetap di meja praltikum saat mereaksikan bahan-bahan yang berbahaya tanpa membawa keluar ruangan
Tidak menggunakan lemari asam


17.
Setiap pekerja di laboratorium harus mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Praktikan mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dilaboratorium
Praktikan mengetahui sebagian cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dilaboratorium. Misalnya p3k pada saat terhirup zat atau terkena tumpahan zat saja
Mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dilaboratorium namun belum paham terhadap pelaksanaannya
Praktikan hanya Sedikit mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
praktikan Tidak mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dilaboratorium dan tidak melakukan usaha apapun untuk menolong kecelakaan di lab


18.
Buanglah sampah pada tempatnya.
praktikan membuang sampah sesuai pada tempat dan jenis sampah
praktikan membuang sampah pada tempatnya namun masih ada yang tercampur
membuang sampah hanya dalam satu tempat saja tanpa memilah sampah
membuang sampah tidak pada tempatnya
tidak membuang sampah selesai praktikum


19.
Usahakan bekerjasama dengan baik.
Praktikan bekerjasama dengan baik
praktikan bekerjasama hanya dengan beberapa orang yang dirasa seide saja
praktikan bekerja secara individu
Tidak bekerjasama dengan baik namun praktikum hasil percobaan mendapatkan hasil
praktikan tidak bekerjasama dengan baik dan tidak mendapatkan hasil percobaan


20.
Lakukan latihan keselamatan kerja secara periodik.
Praktikan melakukan latihan keselamatan kerja secara periodik
Praktikan melakukan latihan keselamatan kerja secara periodic pada saat tertentu saja
Praktikan sesekali melakukan latihan keselamatan
Praktikan jarang melakukan latihan keselamatan
Praktikan tidak pernah melakukan latihan keselamatan kerja secara periodik


21.
Memiliki skill lab yang memadai.
Memiliki lab skill yang memadai
Memiliki lab skill tetapi masih harus dibimbing
Memiliki lab skill tetapi terkadang tidak diaplikasikan saat praktikum
Memiliki lab skill tetapi tidak pernah mengaplikasikannya pada saat praktikum
Tidak memilki lab skill


22.
Praktikum dilakukan sesuai prosedur
Sesuai prosedur dengan alat & bahan lengkap
Sesuai prosedur tetapi alat & bahan tidak lengkap
Tidak sesuai dengan prosedur tetapi memodifikasi alat dan bahan karena keterbatasan sarana dan prasarana
Tidak sesuai prosedur tetapi mengganti dengan praktikum yang sejenis
Praktikum tidak dilakukan sama sekali karena alat dan bahan tidak lengkap


23.
Membersihkan alat dan mengembalikan alat dan bahan yang telah digunakan
Membersihkan alat dan mengembalikan alat dan bahan ketempat semula  alat dan bahan secara rutin
Hanya membersihkan alat saja dan meletakkan alat dan bahan disembarang tempat
Tidak membersihkan alat dan mengembalikan alat yang kotor dan bahan

Tidak membersihkan dan tidak mengembalikan alat dan bahan yang telah digunakan



2.      Buatlah peraturan bekerja di labolatorium untuk bidang fisika, kimia dan biologi!
Peraturan Bekerja di Laboratorium Fisika
Adapun aturan keselamatan kerja di labolatorium fisika adalah sebagai berikut:
1.   Pada saat praktikum harus berpakaian rapi (jika ada jas praktikum wajib digunakan), sepatu beralas karet dan berkaos kaki.
2.      Makanan dan minuman apa saja harus disimpan dan dikonsumsi di luar laboratorium.
3.      Tidak diperkenankan merokok di dalam laboratorium.
4.      Barang milik pribadi seperti tas disimpan dalam loker.
5.      Personel dengan rambut panjang disarankan untuk mengikatnya di belakang.
6.      Duduk di atas meja Laboratorium dilarang. Jangan sekali-kali berlari di laboratorium.
7.     Perhatikan dan pelajari tempat-tempat sumber listrik (stop kontak dan circuit breaker) dan cara menyala-matikannya. Jika melihat kerusakan yang berpotensi menimbulkan bahaya laporkan pada asisten.
8.     Hindari daerah atau benda yang berpotensi menimbulkan bahaya listrik (sengatan listrik/strum) secara tidak sengaja, misalnya kabel jala-jala yang terkelupas, dll.
9.      Tidak melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya listrik pada diri sendiri atau orang lain.
10.    Keringkan bagian tubuh yang basah.
11.    Selalu waspada terhadap bahaya listrik pada setiap aktivitas praktikum.
12.    Jangan membawa benda-benda mudah terbakar (korek api, gas, dan sejenisnya) ke dalam Laboratorium bila tidak disyaratkan dalam modul praktikum.
13.    Jangan melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan api, percikan api atau panas yang berlebihan.
14.    Selalu waspada terhadap bahaya api atau panas berlebih pada setiap aktivitas praktikum.
15.    Jangan membawa benda tajam (pisau, gunting dan sejenisnya) ke dalam Laboratorium bila tidak diperlukan dalam percobaan.
16.    Jangan memakai perhiasan dari logam misalnya cincin, kalung, gelang, dll.
17.    Hindari daerah, benda atau logam yang memiliki bagian tajam dan dapt melukai.
18.    Hindari melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan luka pada diri sendiri atau orang lain misalnya bermain-main saat praktikum.
19.    Sebelum menggunakan alat-alat praktikum, pahami petunjuk penggunaan alat itu.
20.    Perhatikan dan patuhi peringatan (warning) yang biasa tertera pada badan alat.
21.    Pahami fungsi atau peruntukan alat-alat praktikum dan gunakanlah alat-alat tersebut hanya untuk aktivitas yang sesuai fungsi atau peruntukannya. Menggunakan alat praktikum di luar fungsi atau peruntukannya dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan bahaya keselamatan praktikan.
22.    Pahami rating dan jangkauan kerja alat-alat praktikum dan gunakanlah alat-alat tersebut sesuai rating dan jangkauan kerjanya Menggunakan alat praktikum di luar rating dan jangkauan kerjanya dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan bahaya keselamatan praktikan.
23.    Pastikan seluruh peralatan praktikum yang digunakan aman dari benda/ logam tajam, api/panas berlebih atau lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan pada alat tersebut.
24.    Tidak melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan kotor, coretan, goresan atau sejenisnya pada badan alat-alat praktikum yang digunakan.
25.    Kerusakan instrumentasi praktikum menjadi tanggung jawab bersama kelompok yang melakukan praktikum. Alat yang rusak harus diganti oleh rombongan tersebut.
Peraturan Bekerja di Laboratorium Kimia
Adapun aturan keselamatan kerja di labolatorium kimia adalah sebagai berikut:
1.      Pratikan wajib menjaga keselamatan pengguna laboratorium yang lain.
2.      Laksanakan dan terapkan Tata Tertib Laboratorium yang berlaku.
3.      Mengetahui dan memahami terlebih dahulu prinsip-prinsip dari kegiatan yang akan dilaksanakan.
4.       Gunakan peralatan kerja seperti  kacamata pengaman untuk melindungi mata, jas laboratorium untuk melindungi kulit/pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki serta masker untuk melindungi saluran pernafasan dari uap/gas yang bersifat toksik.
5.      Dilarang memakai perhiasan yang dapat rusak karena bahan kimia.
6.      Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.
7.      Wanita atau pria yang berambut panjang harus diikat.
8.      Dilarang makan/minum/merokok (dilaboratorium) atau menggunakan alat komunikasi saat bekerja.
9.      Hindari luka/tertusuk pada saat bekerja (lakukan segala sesuatu dengan hati-hati).
10.  Menyimpan barang milik pribadi seperti tas dalam loker.
11.  Dilarang melakukan kegaduhan ataupun mengganggu ketenangan dalam laboratorium.
12.   Sewaktu meninggalkan laboratorium haruslah selalu diteliti ulang apakah air, gas, listrik, dan jendela telah dalam keadaan aman.

Adapun aturan keselamatan penggunaan alat di labolatorium kimia adalah sebagai berikut:
1.      Melaksanakan dan menerapkan Manual Laboratorium untuk penggunaan alat yang ada.
2.      Perhatikan dan patuhi peringatan/warning yang biasa tertera pada badan alat.
3.      Pahami fungsi atau peruntukan alat-alat praktikum/analisis/penelitian dan gunakanlah alat-alat tersebut hanya untuk aktivitas yang sesuai fungsi atau peruntukannya. Menggunakan alat praktikum/analisis/ penelitian di luar fungsi atau peruntukannya dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan berbahaya bagi keselamatan pengguna.
4.       Pastikan seluruh peralatan praktikum yang digunakan dalam keadaan aman seperti terhindar dari api/panas berlebih atau lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan pada alat tersebut.
5.      Tidak melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan kotor, coretan, goresan atau sejenisnya pada badan alat-alat praktikum/analisis/ penelitian yang digunakan.
6.      Kerusakan instrumentasi praktikum/analisis/penelitian menjadi tanggung jawab bersama rombongan praktikum/yang melakukan analisis atau peneliti. Alat yang rusak harus diganti dengan spesifikasi yang sama.
Adapun aturan keselamatan penggunaan alat di labolatorium kimia adalah sebagai berikut:
Bekerja aman dengan bahan kimia 
1.        Hindari kontak langsung dengan bahan kimia. 
2.        Hindari mengisap langsung uap bahan kimia. 
3.        Menggunakan masker
4.        Dilarang mencicipi atau mencium bahan kimia kecuali ada perintah khusus. 
5.        Bahan kimia dapat bereaksi langsung dengan kulit menimbulkan iritasi (pedih atau gatal). 
Memindahkan bahan kimia 
1.      Baca label bahan kimia sekurang-kurangnya dua kali untuk menghindari kesalahan (Lihat lampiran 1 dan 2). 
2.        Pindahkan sesuai dengan jumlah yang diperlukan. 
3.        Jangan menggunakan bahan kimia secara berlebihan. 
4.        Jangan mengembalikan bahan kimia ke dalam botol semula untuk  mencegah kontaminasi. 
Memindahkan bahan kimia cair 
1.        Tutup botol dibuka dan dipegang dengan jari tangan sekaligus  telapak tangan memegang botol tersebut. 
2.        Tutup botol jangan ditaruh di atas meja karena isi botol dapat terkontaminasi. 
3.        Pindahkan cairan melalui batang pengaduk untuk mengalirkan agar tidak terpercik. 
4.        Jangan menggunakan pipet yang sama untuk memindahkan bahan kimia yang berbeda.
Memindahkan bahan kimia padat 
1.        Gunakan wadah yang sesuai (melihat karakteristik) untuk pengambilan bahan kimia. 
2.        Jangan mengeluarkan bahan kimia secara berlebihan. 
3.        Pindahkan sesuai keperluan tanpa menggunakan sesuatu yang dapat mengotori bahan tersebut. 
Cara memanaskan larutan menggunakan tabung reaksi 
1.     Isi tabung reaksi maksimal sepertiganya. 
2.      Goyangkan tabung reaksi agar pemanasan merata. 
3.       Arahkan mulut tabung reaksi pada tempat yang aman agar percikannya tidak melukai orang lain maupun diri sendiri. 
Cara memanaskan larutan menggunakan gelas kimia 
1.      Gunakan kaki tiga dan kawat kasa untuk menopang gelas kimia tersebut. 
2.        Letakkan batu didih dalam gelas kimia untuk mencegah pemanasan yang cepat/mendadak. 
3.        Jika gelas kimia digunakan sebagai penangas air, isilah dengan air, maksimum seperempatnya. 
Peraturan Bekerja di Laboratorium Biologi
Adapun aturan keselamatan kerja di labolatorium biologi adalah sebagai berikut:
1.      Melindungi Pengelola dan Pengguna Laboratorium.
2.      Laksanakan dan terapkan Tata Tertib Laboratorium yang berlaku.
3.      Hindari penyebaran percikan bahan infeksi dari spesimen (mis : saat penanaman /pembakaran dengan sengkelit.
4.      Tempatkan spesimen pada wadah yang sesuai standar.
5.      Desinfeksi permukaan meja kerja dengan desinfektan yang sesuai.
6.       Cuci tangan pada saat yang tepat dengan sabun/desinfektan, jangan menyentuh mulut, hidung dan mata saat bekerja.
7.      Jangan makan/minum/merokok/menggunakan alat komunikasi saat bekerja.
8.      Gunakan jas praktikum saat bekerja, khusus Lab. Mikrobiologi wajib memakai sarung tangan dan masker.
9.      Hindari luka/tertusuk pada saat bekerja (lakukan segala sesuatu dengan hati-hati).
10.  Lakukan sterilisasi yang cukup sebelum mencuci alat/membuang sisa spesimen.
11.  Sediakan tempat untuk sampah terkontaminasi dan tidak terkontaminasi.
 Adapun aturan keselamatan penggunaan alat di labolatorium biologi adalah sebagai berikut:
1.      Secara umum laksanakan dan terapkan Manual Laboratorium untuk penggunaan alat yang ada.
2.      Cara menggunakan pipet dan alat bantu pipet
-          Hindari memipet dengan mulut, gunakan alat bantu, masukkan sumbat kapas untuk mengurangi kontaminasi.
-          Jangan mencampur bahan mikroba dengan menghisap/meniup pipet
-          Jangan mengeluarkan cairan dari dalam pipet secara paksa
-          Gunakan kapas yang telah diberi desinfektan bila ada tetesan spesimen yang jatuh di meja, kemudian kapas di buang di tempat khusus untuk diautoklaf.
-          Rendam pipet habis pakai dengan desinfektan selama18-24 jam.
3. Cara menggunakan jarum suntik (kecelakaan penggunaan jarum suntik penyebab umum infeksi yang terjadi di laboratorium mikrobiologi.
-          Hindari gerakan cepat dan tergesa-gesa saat memegang jarum suntik
-          Gunakan sarung tangan
-          Buang kelebihan udara, cairan, gelembung secara vertikal ke kapas yang telah ada desinfektan
-          Jangan membengkokkan atau memindahkan jarum dengan tangan
-          Buang jarum suntik pada tempat khusus sebelum steril
4. Cara pembukaan wadah botol, cawan petri, dan tabung biakan mikroba harus mengikuti aturan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari resiko terinfeksi adalah sebagai berikut :
-          Buka tutup wadah di tempat kerja dengan hati-hati agar isi dalam wadah tidak terpencar ke luar.
-          Gunakan jas lab. dan sarung tangan.
-          Hindari aerosol.
-          Spesimen yang bocor atau pecah hanya dibuka di dalam Safety Cabinet.
5. Penerimaan spesimen di Laboratorium
-          Laboratorium mempunyai loket/tempat khusus penerimaan spesimen. Jika jumlah spesimen tidak banyak, maka tempat pemeriksaan spesimen dapat dilakukan pada meja khusus dalam areal laboratorium.
-          Spesimen harus di tempatkan dalam wadah yang tertutup rapat untuk mencegah tumpahnya/bocornya spesimen.
-          Wadah harus dapat didesinfeksi atau diautoklaf.
-          Wadah terbuat dari bahan tidak mudah pecah/bocor.
-          Wadah diberi label tentang identitas spesimen.
-          Wadah diletakkan pada baki khusus yang terbuat dari logam atau plastik yang dapat didesinfeksi atau diautoklaf ulang.
-          Baki harus didesinfeksi / diautoklaf secara teratur setiap hari.
-          Jika mungkin, wadah diletakkan di atas baki dalam posisi berdiri.
6. Tindakan khusus terhadap sampel darah dan cairan tubuh
Tindakan di bawah ini dibuat untuk melindungi petugas laboratrorium terhadap infeksi yang ditularkan melalui darah seperti Virus hepatitis B, HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan lain-lain.
a.       Mengambil, melabel dan membawa spesimen
-          Gunakan sarung tangan
-          Hanya petugas laboratorium yang boleh melakukan pengambilan darah.
-          Setelah pengambilan darah, lepaskan jarum dari sempritnya dengan alat khusus yang sekaligus merupakan wadah penyimpanan jarum habis pakai. Pindahkan darah ke dalam tabung spesimen dengan hari-hati dan tutup rapat mulut tabung spesimen. Jarum suntik habis pakai sebaiknya dibakar dalam alat insinerasi. Jika fasilitas insinerasi tidak tersedia, jarum suntik dan sempritnya diautoklaf dalam kantong yang terpisah.
-          Tabung spesimen dan formulir permintaan harus diberi label BAHAYA INFEKSI.
-          Masukkan tabung ke dalam kantung plastik untuk dibawa ke laboratorium. Formulir permintaan dibawa secara terpisah.



b.      Membuka tabung spesimen dan mengambil sampel
-          Buka tabung spesimen dalam kabinet keamanan biologis Kelas I dan Kelas II.
-          Gunakan sarung tangan
-          Untuk mencegah percikan, buka sumbat tabung setelah dibungkus kain kasa.
c.       Kaca dan benda tajam
-          Jika mungkin, gunakan alat terbuat dari plastik sebagai pengganti kaca/gelas. Bahan kaca/gelas dapat dipakai jika terbuat dari borosilikat.
-          Sedapat mungkin, hindari penggunaan alat suntik selain untuk mengambil darah.
d.      Sediaan darah pada kaca objek
-          Pegang kaca objek dengan forsep/gegep
e.       Peralatan otomatis
-          Sebaiknya gunakan alat yang tertutup (enclosed type)
-          Cairan yang keluar dari alat/effalut harus dikumpulkan dalam tabung/wadah tertutup atau dibuang ke dalam sistem pembuangan limbah.
-          Jika memungkinkan, alirkan hipoklorit atau glutaraldehid ke dalam alat desinfektan hanya pada keadaan tertentu.
f.        Melakukan sentrifuge
-          Gunakan tabung sentrifuge yang mempunyai tutup
-          Gunakan selongsong/rotor yang dilengkapi penutup.

3.      Uraikan tahapan-tahapan dalam memusnahkan reagen buffer! Asam (air keras (HNO3 dan HCl)) dan basa logam alkali selain dari NaOH dan KOH!
Asam Inorganik
 Contoh bahan :
Asam klorida
Asam fluorida
Asam nitrat
Asam posfat
Asam sulfat
 Penanganan tumpahan
Tutup permukaan yang terkontaminasi dengan NaHCO3 atau campurkan NaOH dan Ca(OH)2 (1:1). Campur dan bila perlu tambah air agar membentuk slurry. Buang slurry tersebut ke dalam air yang sedang mengalir.
 Pembuangan/pemusnahan bahan
Tambahkan ke dalam sejumlah besar campuran NaOH dan Ca(OH)2. Buang campuran tersebut ke dalam air yang sedang mengalir.

Basa Alkali dan Amonia
Contoh bahan :
Amonia anhirat
Kalsium hidroksida
Natrium hidroksida
Penanganan bahan tertumpah
Encerkan dengan air dan netralkan dengan 6 M HCl, serap dengan kain atau pindahkan pada suatu wadah untuk dibuang.
Pemusnahan
Tuangkan dalam bak dan encerkan dengan air serta netralkan. Buang dalam pembuangan air biasa.
4.      Uraikan bagaimana etika dalam melakukan survei di labolatorium sehingga data-data yang dibutuhkan berhasil dilabolatorium sehingga data-data yang dibutuhkan diperoleh dapat dianalisis!
1.                  Pencarian Berpola
Pencarian berpola (disiplined inquiry), merupakan suatu prosedur pencarian dan pelaporan dengan menggunakan cara-cara dan sistemtika tertentu, disertai penjelasan dan alasan yang kuat. Pencarian berpola bukan merupakan suatu pencarian yang bersifat sempit dan mekanistis, tetapi mengikuti prosedur formal yang telah standar. Prosedur pencarian ini pada tahap awalnya bersifat spekulatif, mencoba menggabungkan de-ide dan metode-metode, kemudian menuangkan ide-ide dan metode tersebut dalam suatu prosedur yang baku. Laporan dari pencarian berpola berisi perpaduan antara argumen-argumen yang didukung oleh data dengan proses nalar, yang disusun dan dipadatkan menghasilkan kesimpulan berbobot. Pencarian berpola terutama dalam ilmu sosial termasuk pendidikan, bukan hanya menunjukkan pengkajian yang sistematik, tetapi juga pengkajian yang sesuai dengan disiplin ilmunya.
2.                  Objektivitas
Penelitian harus memiliki objektiviatas (objektivity) baik dalam karakteristik maupun prosedurnya. Objektivitas dicapai melalui keterbukaan, terhindar dari bias dan subjektivitas. Dalam prosedurnya, penelitian menggunakan tekhnik pengumpulan dan analisis data yang memungkinkan dibuat interpretasi yang dapat dipertanggung jawabkan. Objetivitas juga menunjukkan kualitas data yang dihasilkan dari prosedur yang digunakan yang dikontrol dari bias dan subjektivitas.
3.                  Ketepatan
Penelitian juga harus memiliki tingkat ketepatan (precision), secara tekhnis instrumen pengumpulan datanya harus memimiliki validitas dan reliabilitas yang memadai, desain penelitian, pengambilan sampel dan tekhnik analisis datanya tepat. Dalam penelitian kuantitatif, hasilnya dapat dilang dan diperluas, dalam penelitian kualitatif memiliki sifat reflektif dan tingkat komparasi yang konstan.
4.                  Verifikasi
Penelitian dapat diverifikasi, dalam arti dapat dikonfirmasikan, direvisi dan diulang dengn cara yang sama atau berbeda. Verifikasi dalam penelitian kualitatif berbeda dengan kuantitatif. Penelitian kualitatif memberikan interpretasi deskriptif, verifikasi berupa perluasan, pengembangan tetapi bukan pengulangan.
5.                  Empiris
Penelitian ditandai oleh sikap dan dan pendekatan empiris yang kuat. Secara umum empiris berarti berdasarkan pengalaman praktis. Dalam penelitian empiris kesimpulan didasarkan atas kenyataan-kenyataan yang diperoleh dengan menggunakan metode penelitian yang sistematik, bukan berdasarkan pendapat atau kekuasaan. Sikap empiris umumnya menuntut penghilangan pengalaman dan sikap pribadi. Kritis dalam penelitian berarti membuat interpretasi berdasarkan kenyataan dan nalar yang didasarkan atas kenyataan-kenyataan (evidensi). Evidensi adalah data yang diperoleh dari penelitian, berdasarkan hasil analisis data tersebut interpretasi dibuat.
6.                  Penjelasan Ringkas
Penelitian mencoba memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena dan menyederhanakannya menjadi penjelasan yang ringkas. Tujuan akhir dari sebuah penelitian adalah mereduksi realita yang kompleks kedalam penjelasan yang singkat. Dalam penelitian kuantitatif penjelasan singkat tersebut berbentuk generalisasi, tetapi dalam penelitian kualitatif berbentuk deskriptif tentang hal-hal yang esensial atau pokok.
7.                  Penalaran Logis
Semua kegiatan penelitian menuntut penalaran logis. Penalaran merupakan proses berpikir, menggunakan prinsip-prinsip logika deduktif atau induktif. Penalaran deduktif, penarikan kesimpulan dari umum ke khusus. Dalam penalaran deduktif, bila premisnya benar maka kesimpulannya otomatis benar. Logika deduktif dapat mengidenfikasi hubungan—hubungan baru dalam pengetahuan yang ada. Dalam penalaran induktif. Peneliti menarik kesimpulan berdasarkan hasil sejumlah pengamatan kasus-kasus (individual, situasi, peristiwa), kemudian peneliti membuat kesimpulan yang bersifat umum.
8.                  Kesimpulan Kondisional
Kesimpulan hasil penelitian tidak bersifat absolut. Penelitian perilaku dan juga ilmu kealaman, tidak menghasilkan kepastian, sekalipun kepastian relatif. Semua yang dihasilkan adalah pengetahuan probabilistik. Penelitian boleh dikatakan hanya mereduksi ketidaktentuan. Oleh karena demikian, baik kesimpulan kualitatif maupun kuantitatif, bersifat kondisional.