expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Senin, 17 Maret 2014

Khatarina Meldawati Pasaribu (A1C111010)

Rancangan Labolatorium Penelitian Kimia


Gambar dirujuk dari sini

Dalam wujud dan pelaksanaanya, laboratorium tidak hanya harus mempunyai desain khusus namun untuk dalam pelaksaan dan penggunaannya laboratorium harus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas standar yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan dalam laboratorium tersebut. Adapun beberapa fasilitas yang harus dipenuhi atau dimiliki dalam sebuah laboratorim adalah sebagai berikut : 
Instalasi listrik
            Kebutuhan instalasi listrik dalam laboratorium adalah untuk :
o   Memberikan penerangan di semua ruangan laboratorium yaitu di ruang praktikum, di ruang guru, di ruang persiapan, dan di ruang penyimpanan atau gudang
o   Memfasilitasi pekerjaan administrasi laboratorium, yaitu untuk pemasangan mesin tik elektronik atau komputer.
ü  Komponen instalasi listrik laboratorium dapat terdiri dari jaringan kabel, sikring, lampu, saklar dan stop kontak, lebih baik kalau dilengkapi dengan stabiliser.
ü  Jaringan instalasi listrik di laboratorium dapat dipasang pada langit-langit ruangan, dinding ruangan, lantai, meja praktikum, meja demonstrasi, dan meja persiapan.
Instalasi air
Ø  Kebutuhan instalasi air di laboratorium adalah untuk keperluan proses pembelajaran yaitu eksperimen dan demonstrasi, merawat dan memelihara alat-alat laboratorium yang dapat dibersihkan dengan air, memelihara kebersihan laboratorium, dan untuk mencuci tangan.
Ø  Komponen Instalasi air terdiri dari saluran air bersih dari sumbernya ke dalam laboratorium, salurang air buangan (limbah), dan bak cuci lengkap dengan kran airnya.
Ø  Bak Cuci dapat dipasang di bagian ruangan yang memerlukan, namun hendaknya jauh dari lemari alat-alat yang tidak tahan terhadap kelembaban dan dari stop kontak listrik. Biasanya bak cuci di pasang di ruang guru, di bagian pinggir ruang praktikum, di dekat meja demonstrasi, dan dapat juga di dekat meja praktikum. Bak cuci sebaiknya tidak usah dipasang di ruang persiapan dan di gudang.
Instalasi gas
Instalasi gas di laboratorium dibutuhkan untuk percobaan-percobaan yang menggunakan kompor/pemanans bunsen seperti untuk memanaskan air dan sebagainya. Instalasi gas di laboratorium dapat dibuat dengan menggunakan tabung gas LPG dan penyaluran gas ke kompor/pemanas melalui pipa instalasi gas yang dapat dipasang pada dinding atau lantai ke kompor/pemanas. Dengan adanya instalasi gas ini, harus diperhatikan instalasi udara yang cukup di tempat yang tepat untuk membuang kebocoran gas yang mungkin terjadi. Harus diingat bahwa kalau menggunakan gas LPG maka gas itu lebih berat dari udara sehingga lubang pembuangan kebocoran gas itu harus di bagian bawah dinding atau cukup rendah.
2.6.4. Mabeler
  Yang dimaksud dengan fasilitas mebeler adalah peralatan mebel seperti meja, kursi, lemari, rak dan sebagainya. Pada prinsipnya semua mebeler adalah sama, namun karena fungsi dan tujuan pemakaiannya, maka mebeler laboratorium biasanya memiliki bentuk, ukuran, dan jenis bahan tertentu yang dapat berbeda dengan mebeler lainnya. Sesuai dengan tujuan pemakaian dan fungsinya, fasilitas mebeler laboratorium dapat terdiri dari bermacam-macam meja, kursi, lemari, rak dan loker, seperti yang akan dikemukakan berikut ini :
  
Meja
  Macam-macam meja di laboratorium adalah meja praktikum,  meja persiapan.
*      Meja praktikum
*   Meja persiapan 
 
Kursi
ü  Kursi praktikum biasanya dibuat tanpa sandaran punggung dan tangan.
ü  Kursi praktikum umumnya dibuat dari rangka besi tingginya sekita 50 cm dan tempat duduknya terbuat dari kayu berbentuk dengan diameter sekitar 25 cm.
ü  Agar tidak cepat merusak lantai dan tidak menimbulkan suara berisik ketika digeser, bagian bawak (telapak) kaki kursi sebaiknya dilapisi plastik, kayu atau karet.
Lemari
Lemari di laboratorium terutama dapat dibedakan atas lemari alat, lemari buku, dan lemari administrasi.
  Lemari alat
ü  Dibuat dan disediakan khusus untuk menyimpan alat-alat laboratorium.
ü  Lemari alat di laboratorioum dibedakan atas lemari tinggi yang disimpan di ruang penyimpanan, dan lemari pendek yang terdapat di bagian pinggir ruang praktikum.
ü  Lemari pendek yang terdapat di bagian pinggir ruang praktikum, juga dapat digunakan sebagai meja praktikum, misalnya untuk percobaan yang menggunakan instalasi gas..
ü  Semua lemari laboratorium, terutama lemari alat-alat harus terbuat dari bahan yang kuat untuk menahan beban yang cukup berat, sebaiknya tidak dari partikel blok atau tripleks dan multiplek yang terlalu tipis.
ü  Agar tidak menyita tempat yang lebar, pintu lemari alat-alat biasanya berupa pintu geser.
ü  Bagian depan lemari alat di ruang penyimpanan sebaiknya terbuat dari kaca, agar mudah dilihat alat apa yang terdapat di dalamnya.
ü  Pintu lemari alat-alat harus dilengkapi dengan kunci yang menjamin keamaan alat-alat di dalamnya.
ü  Alas tahapan lemari alat sebaiknya dapat dibongkar-pasang untuk memudahkan penyimpanan alat-alat yang lebih tinggi dari tinggi tahap yang tersedia.   
  Lemari administrasi
ü  Lemari administrasi adalah lemari yang digunakan untuk menyimpan segala format
ü  administrasi laboratorium.
ü  Lemari ini dapat dibuat dari kayu atau plat logam, dengan ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan tempat.
ü  Jumlah lemari administrasi jangan terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah lemari alat.


  Lemari buku
ü  Digunakan untuk menyimpan berbagai buku    kepustakaan laboratorium.
ü  Lemari ini sebaiknya berninding kaca, dan tidak dikunci, agar setiap pengguna laboratorium dapat menggunakan buku yang disimpan di dalmnya.
ü  Lemari ini dapat disimpan di ruang guru.
  Rak
        Rak adalah lemari tanpa dinding, yang digunakan untuk menyimpan alat-alat.
·         Alat-alat yang disimpan dalam rak ini biasanya adalah alat-alat yang memiliki kotak khusus, atau alat-alat yang tidak terlalu memerlukan perlindungan dari cuaca dan debu.
·         Rak dapat disimpan di ruang penyimpanan alat, di ruang persiapan, dan di ruang guru
       
  Loker
·         Loker siswa adalah lemari yang disediakan di laboratorium khusus untuk menyimpan buku dan tas  di dalam laboratorium.
·         Loker ditempatkan dibagian pinggir depan atau belakang ruang praktikum.
·         Loker di laboratorium biasanya dibuat hanya berupa kotak-kota dari sekat-sekat dan tahap-tahap tanpa pintu.

Pertanyaan:
Desain yang saya rujuk menurut saya adalah desain yang paling ideal bagi labolatorium penelitian. Bagaimana menurut anda apakah ada kekurangan dalam desain yang saya tampilkan?

3 komentar:

  1. menurut saya yang kurang dari desain anda:
    1. tidak adanya kotak P3K, karena kotak P3K sangat dibutuhkan dalam keselamatan kerja.
    2. saya rasa, lemari bahan lebih efektif jika disimpan didalam ruangan. agar tidak disalah gunakan.
    Saya rasa itu cukup.
    terimakasih.

    BalasHapus
  2. menurut saya, lemari bahan dan alat lebih baik disimpan di ruangan yang dekat dengan ruangan penyimpanan. untuk mengurangi kecelakaan saat bekerja dan membuat ruang praktikum menjadi lebih luas. dan saya juga setuju dengan friska, dimana dalam laboratorium sebaiknya tersedia kotak P3K untuk pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan.

    BalasHapus
  3. menurut saya sudah bagus, dan kotak P3K nya sudah ada dengan lambang "tambah" di dalam ruang persiapan.
    Kemudian untuk segi alat2 elektroniknya sangat minim sekali seperti lemari asam, lemari pengering dan lain2 tu tidak ada. Seharusnya kriteria lab penelitian itu sudah lebih lengkap lagi alat2nya.
    dan dari segi meja sepertinya terlalu banyak untuk labor penelitian, karena biasanya penelitian itu hanya beberapa orang saja dan juga penelitiannya pasti hanya seputar kimia saja jadi mungkin mejanya cukup 3 .

    BalasHapus